Get Adobe Flash player
Kalender
May 2019
M T W T F S S
« Dec   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Jumlah Kunjungan
Jadwal
jadwal-sholat
Jadwal Sholat

Dua keuntungan meninggalkan yang haram

“Siapa yang meninggalkan dosa, hatinya akan menjadi lembut. Siapa yang meninggalkan yang haram dan hanya memakan yang halal, pikirannya akan jernih.”
Hati yang lembut biasanya mudah menerima nasihat dan patuh dalam mengamalkannya. Begitu juga pikiran yang jernih akan menuntun akal berpikir tentang ciptaan Allah SWT. Setelah itu, hati dan pikiran akan menyimpulkan bahwa semua makhluk itu Dia hidupkan dari yang sebelumnya mati, Dia adalah Maha Esa, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.

     Kesimpulan itu di ambil setelah seseorang menyadari bahwa Allah SWT menciptakan dirinya berawal dari air mani yang terbuahi di dalam rahim. Kemudian, air mani yang terbuahi itu berubah menjadi darah, lalu terbentuklah daging, tulang, otot, urat syaraf, hingga lengkap dengan pendengaran, penghlihatan, dan anggota-anggota tubuh yang lain. Lantas, ia menjadi janin dan lahir dari perut ibunya dengan lancar hingga mendapatkan ilham untuk menyusu.
Ketika bayi, ia tidak mempunyai gigi, kemudian perlahan tumbuh. Namun, setelah usia 70 tahun, satu per satu Allah SWT tanggalkan giginya, lenyap dan kembali ompong seperti saat masih bayi.
Perubahan-perubahan yang Allah SWT ciptakan pada hamba-Nya tidak hanya itu.

     Allah SWT menciptakan dari yang kecil menjadi yang besar, muda menjadi tua, dari yang awalnya sehat menjadi sakit. Allah SWT juga menjadikan hamba-Nya setiap hari tidur dan bangun. Pada saat tidur, perlahan rambut dan kukunya yang tanggal dapat tumbuh dan kembali seperti semula.

         Malam dan siang datang silih bergantian. Matahari, bulan dan bintang gemintang datang silih berganti. Bulan pun demikian, terbenam, kemudian muncul dan terbenam kembali. Gerhana, melenyapkan cahaya matahari dan bulan dalam sekejap, kemudian terang kembali. Bumin yang awalnya basah, Allah SWT tumbuhkan tanaman di atasnya, kemudian tumbang dan tumbuh lagi, dan begitu seterusnya. Yang mampu melakukan itu semua hanyalah Dzat Yang Menghidupkan orang mati yang sebelumnya telah sirna dari muka bumi. Seorang hamba seharusnya banyak berpikir tentang hakikat tersebut agar keyakinan adanya kebangkitan setelah mati menjadi semakin kuat. Selain itu, seharusnya ia sadar bahwa kelak dia juga akan dibangkitkan dan amal-amalnya akan di balas oleh Allah SWT.
Akhirnya, iman seseorang atas semua itu diharapkan mampu meningkatkan ketaatan dan menjauhkan dirinya dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat.


-NASHAIHUL ‘IBAD, SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI-